Meninggalkan Tempat yang Nyaman (Merantau)

Menurut wikipedia, merantau adalah perginya seseorang dari tempat asal dimana ia tumbuh besar ke wilayah lain untuk menjalani kehidupan atau mencari pengalaman.

Terus?

Saya adalah salah satu dari sekian banyak orang di Indonesia yang merantau. Tujuan saya merantau tidak lain adalah untuk menempuh pendidikan, tepatnya di Ibu Kota. Dulu waktu masih SMA, membayangkan merantau itu rasanya sangat asyik, keren, yo ngono kae-lah. Kadang-kadang membayangkan serunya kalau besok kuliah merantau, imajinasi anak muda tanpa dosa, mikir indahnya doang. Padahal waktu itu (dan sampai sekarang) saya termasuk orang yang jiwa petualangnya nggak membara kayak anak Pecinta Alam(?). Nggak bisa masak, nyapu rumah nggak pernah, nyuci yang dicuci cuma motor(itu aja kalau nggak males) dan masih banyak sederet sifat-sifat yang nggak cocok untuk jadi anak rantau. Rasanya pengen merantau, tapi kok saya sendiri nggak meyakinkan buat jadi anak rantau..

Setelah beberapa waktu berlalu, akhirnya saya resmi jadi Mahasiswa PKN STAN. Karena dapet yang kampusnya di Jakarta, artinya merantau adalah jalan yang harus saya tempuh. Waduh… sempat panik juga waktu itu harus merantau, mengingat saya orangnya seperti yang telah disebutkan di atas. Kemudian dengan modal yaitu; 1. berani; 2.mau gimana lagi? Akhirnya saya selamat di Jakarta sampai sekarang, sedang duduk di kasur kos dan bingung mau nulis apa.

Suka Duka merantau?

Awalnya nggak terpikirkan, karena dulu pengen merantau cuma gara-gara penasaran. Tapi setelah merasakan, jadi sangat bersyukur. Karena dengan merantau, jadi bisa lebih sayang sama keluarga, terutama sama Ibu. Ibu sangat berjasa bantuin anaknya buat merantau, mulai dari menemani kemana-mana waktu di Jakarta, dibeliin persediaan selengkap-lengkapnya buat di kosan, ngasih berbagai tutorial yang super jelas, serta supportnya yang tiada henti. Tanpa itu semua, mungkin saya nggak bisa bahagia di sini, atau bahkan mungkin saya memilih pulang. Momen ketika ditinggal pulang Ibu pertama kali di kosan saat itu sangat membekas, bener-bener sedih. Kalau dulu di rumah suka jengkel sama Ibu yang terkesan suka ngomel, sekarang saya begitu bangga dan bahagia beliau adalah Ibu saya.

Dukanya apa ya? Karena dijalani dengan ikhlas jadi nggak terasa sih(gembel). Dukanya kalau saya jelas waktu kangen rumah, kangen keluarga di rumah. Rasanya pengen cepet-cepet pulang, tapi nggak bisa. Kalau soal uang Alhamdulillah bisa ngatur dengan baik, walaupun masih dari orang tua juga, tapi nggak kekurangan sampe harus makan Indomie tiap hari kayak cerita-cerita ngenes anak rantau. Makan selalu di luar, lha nggak bisa masak sendiri. Antara bosan dan mau makan di mana lagi? Pagi selalu sarapan nasi uduk, itung-itung ngirit, cuma lima ribu dan porsinya nggak sedikit. Untuk kerbersihan kamar kos selalu saya jaga karena tertular dari Ibu, walaupun kalau Ibu datang ke kos pasti dibilang kotor. Maklum, beda level.

Oh iya, tinggal di kamar kos juga membuat saya jadi lebih menghargai waktu. Saya yang kalau di rumah ngegame mulu, di sini cenderung jarang. Malah di sini kalau nggak ada kerjaan suka baca buku, atau malah ngeblog kayak sekarang ini. Sebenarnya mungkin karena laptop yang nggak ngedukung buat ngegame, hehe.. Tapi sebenernya bisa jual laptop terus ganti yang lebih bagus pakai uang sendiri. Tapi akhirnya saya putuskan untuk tetap pakai yang sekarang. Bersyukur banget bisa lebih menghargai waktu.

Yang jelas, saya sudah bisa menikmati jadi anak rantau, merasakan suka duka yang ada di dalamnya dengan ikhlas. Saya ingin mengucapkan terima kasih buat tiga teman satu kampus saya yang hidup bersebelahan dengan saya, karena berkat kalian sepi tidak begitu saya rasakan. Terima kasih juga buat Mas dan Mbak yang juga jadi penyemangat dan motivasi saya untuk bertahan di sini. Walaupun tidak selalu memberi dukungan secara langsung, tapi keberadaan kalian adalah semangatku juga. Dan untuk Ibu dan Bapak, terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala yang telah  diusahakan buat Arman. Semoga segera tiba giliranku untuk membahagiakanmu, Pak, Buk.

Cepet sembuh, Buk!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s