Menyesal di Awal

Padahal, menyesal selalu di akhir. Kita menyesal setelah berbuat kesalahan, menyesal setelah mengecewakan orang lain, menyesal setelah kehilangan, dan menyesal yang lainnya. Bagaimana caranya menyesal di awal?

Lalu, apa maksud judul ini?

Maksudnya supaya pada penasaran dan pada baca, hehe..

Kalau diartikan secara langsung memang nggak mungkin untuk menyesal di awal, menyesal sebelum berbuat sesuatu. Kita belum mencuri, tapi udah menyesal duluan. Lah, jangan-jangan menyesalnya karena nggak jadi mencuri?

Yang saya maksudkan di sini, menyesal di awal yaitu menyesal sebelum terlambat. Maksudnya, ya kita sudah di posisi salah. Sebisa mungkin cepat-cepat menyesal. Kenapa? Sebelum kita semakin terjerumus, semakin sulit untuk menyesal dan membenahi diri.

Misalnya pada kasus mencuri tadi, kalau kita baru pertama kali mau mencuri pasti rasanya akan sangat takut dan berat untuk mencuri. Kalau kita nggak segera menyesal, dan pencurian berhasil, selanjutnya akan semakin mudah rasanya untuk melakukannya lagi. Tapi coba kalau kita sudah menyesal di awal, misalnya HP orang sudah berhasil kita ambil, kemudian kita langsung menyesal dan mengembalikannya ke orang tadi, otomatis kita akan takut untuk melakukannya lagi dan insyaAllah kita nggak dapat dosa mencuri. Memang, praktiknya tidak mudah. Terdapat dua kemungkinan. Kemungkinan ringannya kita dimarahi, dan kemungkinan beratnya kita babak belur karena diteriakin maling. Tapi setidaknya kita tidak mengambil apa yang bukan milik kita.

Ini nih, yang paling keren. Masih pada kasus mencuri tadi, dan sama kondisinya yaitu kita baru pertama kali hendak mencuri, kemudian di saat itu juga kita menyesal. Kok menyesal dadakan? Ya, kita menyesal kenapa kita punya niat buruk, kenapa harus mencuri, dengan seenaknya merampas harta orang lain, padahal Allah sudah mengatur rezeki untuk kita.

Mencuri tadi hanya contoh yang saya ambil. Sebenernya banyak hal-hal lain yang dapat kita lakukan dengan cara ini. Bahkan tidak harus pada suatu perbuatan yang spesifik, misalnya kita segera menyesal karena tidak segera membenahi diri, sebelum semakin banyak dosa yang kita perbuat dan semakin sulit untuk merubah. Atau segera menyesal ketika kita hanya diam saja, segera berbuat hal-hal bermanfaat sebelum semakin lama waktu yang kita sia-siakan.

Namun perlu diingat, menyesal yang saya maksud di sini adalah untuk berbenah diri. Yang saya harapkan adalah dengan menyesal kita akan segera berubah, bukan menyesal dengan berlarut-larut dan merasakan kesedihan yang mendalam. Menyesal tanpa memperbaiki diri tidak ada gunanya, hanya membuang-buang waktu dan cenderung untuk kembali melakukan kesalahan berikutnya.

Saya sendiri saat menulis ini sedang merasakan penyesalan. Menyesal karena saya tidak segera menyesal di awal(?), menyesal karena melepaskan dengan cara yang salah.. (curhat)

Semoga untuk selanjutnya kita bisa menyesal sebelum terlambat, sehingga tidak ada yang sia-sia dan tidak pula menjadi dosa bagi kita,

Aamiin..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s