Penghapus Kebaikan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sudah lama sejak terakhir saya menulis di blog ini, bagaimana kabar teman-teman semua? Semoga semua senantiasa diberikan nikmat Islam, Iman, serta kesehatan oleh Allah. Semoga kita mampu untuk terus mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada kita semua dengan beribadah kepada-Nya. Semoga menjelang akhir Ramadhan ini, semakin tekun diri kita dalam beribadah, sehingga berbagai keutamaan di bulan yang suci ini dapat kita raih. Semoga amalan-amalan yang telah kita kerjakan diterima di sisi-Nya, Aamiin.

Kali ini saya hanya akan sedikit cerita tentang apa yang baru saja saya alami. Sesuai judul di atas, kali saya akan membahas tentang Penghapus Kebaikan. Apaan tuh penghapus kebaikan? Penghapus kebaikan tidak lain adalah keburukan. Ibarat sebuah kertas putih bersih, ketika ada garis coretan hitam atau bahkan hanya setitik saja di sana, titik hitam itulah yang akan dilihat.

Sekarang saya akan menyambungkan hal tersebut dengan kejadian yang saya alami. Saya baru saja kehilangan suatu benda, yang mana benda ini merupakan pemberian dari Ibu saya. Sudah cukup lama benda itu diberikan pada saya, mungkin sekitar empat tahun. Dan baru hari ini, akhirnya saya berpisah dengan benda itu tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal:( (?). Saya menceritakan hal ini pada Ibu saya dan saya ditegur karena tidak merawat barang pemberiannya dengan baik.

Memang benar kenyataannya, saya tidak merawat benda itu dengan baik. Memang kesalahan saya yang menyebabkan benda itu hilang begitu saja setelah empat tahun yang lalu diberikan oleh Ibu. Namun, saya sendiri juga tidak ada maksud untuk menghilangkannya begitu saja. Empat tahun saya memakainya, berusaha agar benda itu bisa terus saya pakai sampai sekarang, dan seketika usaha-usaha itu tak nampak entah kemana. Kok jadi sedih ya rasanya, hahaha.

Jujur saja alasan kenapa saya bisa menulis adalah karena suatu hal tertentu membuat saya resah, dan hal ini memang membuat saya resah. Bukan soal bendanya yang hilang, tapi soal mengapa seolah-olah saya sama sekali tidak ada usaha untuk menjaganya. Namun saya tidak menyalahkan Ibu, toh memang kenyataannya saya yang menghilangkannya walaupun tidak sengaja. Saya rasa juga pasti akan ada rasa kecewa ketika sesuatu yang kita berikan kepada orang lain hilang.

Sudah cukup membahas benda pemberian tadi, sudah hilang entah kemana, kurang berguna untuk dibahas terus-menerus, wkwk. Semoga yang menemukan atau yang mengambil diberkahi Allah, Aamiin.

Yang menarik dari kejadian ini adalah, saya dapat memetik pesan penting yang mungkin memang Allah sampaikan pada saya melalu kejadian ini. Pembelajaran paling penting yang dapat saya ambil adalah, supaya saya tidak teledor dan melakukan kesalahan-kesalahan yang dapat berakibat fatal.

Jangan sampai usaha-usaha yang telah kita lakukan selama ini sia-sia di sisi Allah. Jangan sampai sholat kita, puasa kita, sedekah kita, dzikir kita, tilawah kita, dan semua Ibadah-ibadah yang kita lakukan sia-sia karena keteledoran kita. Kita rajin sholat sunnah, tapi masih menggunjing. Hobi baca qur’an tapi tidak berhenti berzina. Banyak bersedekah tapi riya’. Lidah kita kerap kali berdzikir, tapi tak mau menjalin silaturahmi. Seolah-olah Ibadah itu tidak ada artinya, tidak membuat diri kita berperilaku lebih baik. Padahal, Allah Ta’ala berfirman yang artinya,

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al Ankabut: 45)

Maka dari itu teman-teman semua. Jangan sampai Ibadah yang telah kita lakukan ini tidak ada artinya di sisi Allah akibat keteledoran maupun ketidaktahuan kita. Sudah sepatutnya sebagai seorang muslim kita menjaga Ibadah kita dengan baik, serta mempelajari agama Islam yang telah Allah Anugerahkan kepada kita. Jadilah muslim yang beriman dan berilmu:)

Semoga apa yang saya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi yang membaca, dan semoga kita selalu dihindarkan dari perbuatan maksiat. Aamiin

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

 

P.S. padahal tadi bilang sedikit cerita ternyata panjang juga ya hahaha..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s