Keluarga Masa Gitu?

Jujur dalam diri saya ada rasa kesal ketika membahas topik ini, karena ada suatu masalah yang sebaiknya saya tidak tulis disini, hehe..

Kali ini saya ingin mengangkat tema keluarga. Ya, mereka yang bersamamu sebelum kamu lahir. Mereka yang begitu mengharapkan kehadiranmu di dunia ini, entah itu Ayah, Ibu, atau kakakmu(maaf ya adik tidak disebut).

Keluarga adalah orang-orang terdekatmu. Allah menitipkanmu kepada mereka, sehingga mereka menjagamu. Keluarga adalah orang-orang pertama yang menyayangimu, yang berada di barisan depan untuk melindungimu.

Ibumu,

orang yang paling besar kasih sayangnya kepadamu. Bagaimana tidak, untuk melahirkanmu ke dunia ini, harus melawan rasa sakit yang luar biasa. Jika ditarik mundur lagi, Ibumu juga orang yang paling setia membawamu kemana-mana, mengajakmu berbicara padahal Ia tidak bisa melihatmu yang berada di dalam kandungan. Lahir saja belum, Ibumu sudah mendoakan segunung kebaikan untukmu.

Begitu kamu lahir, kasih sayang Ibumu tumbuh berkali-kali lipat tepat setelah melihat wajahmu. Ia melihat sebuah anugerah, melihat masa depan di matamu, dan menjadikanmu sebuah harapan.

Selanjutnya, Ia semakin bahagia tiap kali melihatmu. Setiap memandikanmu, menyusuimu, menidurkanmu, segala kesibukannya bersamamu membuatnya bahagia. Tangisanmu yang tekadang membuatnya sangat lelah tak berarti, karena kamu menjadi salah satu sumber kebahagiaannya.

Ayahmu,

Laki-laki yang menghabiskan waktunya untuk memberimu kehidupan senyaman mungkin. Ia rela merasakan pahit hanya pada dirinya, menyisakan yang manis untukmu. Ia mungkin kaku saat menggendongmu dulu, tapi kasih sayangnya tak kalah dengan Ibumu. Jika Ibumu adalah orang yang menemanimu bertumbuh dewasa, Ayah adalah orang yang memastikanmu bisa bertumbuh, dengan bekerja setiap harinya demi memenuhi kebutuhanmu.

Ketika kamu sudah menginjak usia remaja dan menghadapi suatu ancaman, Ayah akan berdiri tepat di depanmu, siap mengorbankan dirinya untuk melindungimu. Ia takkan rela melihatmu dilukai. Ia adalah orang yang paling tinggi emosinya ketika mendapati seseorang melukaimu. Karena Ia tidak ingin kamu merasakan pahit yang telah dirasakannya.

Tidak lupa kakak dan adikmu, orang yang paling sering bermain bersamamu di waktu kecil. Bergembira dan bertengkar tak jarang terjadi dengan mereka. Namun mereka juga dulu paling setia bermain denganmu, hingga mereka juga tumbuh menyayangimu. Mereka juga akan melindungimu, walau hanya sebisa mereka.

Kamu tumbuh besar bersama mereka, mulai dari ketika kamu hanya bisa menangis, sampai kamu sudah bisa menjawab 3 kali 6 sama dengan 18.

Coba ingat kembali masa-masa indah itu.

Kemana masa-masa indah itu pergi?

Sejatinya, masa itu tidak pergi. Kamu yang pergi darinya.

Menginjak remaja, kamu mulai punya banyak teman, menghabiskan waktu bersama teman-temanmu. Di rumah, kau banyak menghabiskan waktumu bermain HP, ngobrol dengan teman-teman sekolahmu yang juga berada di rumah mereka masing-masing.

Sejurus kemudian, kamu menyukai seseorang. Kamu tujukkan seluruh perhatianmu kepadanya, hingga muncul sikap cuek terhadap keluargamu. Bahkan mungkin kamu akan lebih memilih waktu bersama orang itu dibandingkan dengan kakak adikmu, maupun ayah ibumu. Semakin lama kamu semakin dekat dengan orang itu, dan bersamaan dengan itu kamu semakin jauh dengan keluargamu. Rasa bosan mulai muncul pada keluargamu karena ada sesuatu yang baru dari orang yang kamu suka itu.

Tak lama setelah itu, distraksi kembali muncul dari tugas-tugas sekolah dan organisasi. Keduanya memaksamu untuk terlambat pulang ke rumah, hingga menginap di sekolah atau di rumah teman. Hingga kamu sadar waktumu lebih banyak dihabiskan di luar ketimbang di rumah.

Saya tak menyalahkan kejadian-kejadian itu. Saya tidak menyalahkanmu karena memiliki banyak teman, atau menyalahkanmu karena aktif di suatu organisasi. Saya pun pernah merasakan kejadian-kejadian tersebut. Saya hanya ingin menyampaikan

Mbok ayo.. kangen sama keluargamu.

Kamu sudah menghabiskan banyak waktumu di luar sana, mencari relasi, mencari pengalaman, hingga mencari jodoh(sabar ya yang belum ketemu). Ayolah, munculkan rasa kangen pada keluargamu. Kangen sama orang-orang yang paling pertama sayang sama kamu. Orang-orang terdekat yang siap melindungimu.

Nggak salah kalau kita sempat bosan dengan suasana keluarga di rumah. Tapi kita salah kalau kita nggak kangen. Baru lulus SMA aja pasti udah kangen sama temen-temen di sana kan? Kenapa sama keluarga yang masa kecilmu habis bersama mereka kamu malah nggak kangen?

Harusnya, ketika dulu kasih sayang mereka tercurah kepadamu, sekarang roda sudah berputar, sehingga sekarang kamu lah yang mencurahkan kasih sayangmu kepada mereka.

Mungkin kelak kamu akan berkata dengan arogan “Aku tidak membutuhkan mereka”. Dan mungkin saja kamu tidak butuh. Tapi sadarilah, justru saat itu merekalah yang membutuhkanmu!

Untuk saudara-saudara laki-lakiku seiman. Ingat bahwa besok ketika kita sudah menikah, kita tetap milik orang tua kita. Berbeda dengan perempuan yang mana setelah menikah Ia menjadi milik suaminya, untuk kita laki-laki, sampai mati kita adalah milik orang tua kita. Mereka berhak atas kasih sayang anaknya, sebagaimana dulu kita berhak memperoleh kasih sayang dari orang tua kita.

Ketika orang tuamu menyuruhmu ini dan istrimu mengatakan itu. Lakukanlah ini! Patuhi orang tuamu lebih dari istrimu. Karena jika tidak, kamu termasuk anak yang durhaka. Orang tuamu lebih berhak atasmu daripada istrimu. Namun pada hal ini tidak berlaku kebalikan. Suamimu berhak atasmu melebihi orangtuamu sendiri. Kenapa? Karena adanya akad nikah. Proses ijab qobul adalah proses di mana orang tua perempuan menitipkan anak perempuannya kepada seorang laki-laki secara sah, sehingga hak-hak orang tua perempuan telah diberikan kepada laki-laki tersebut.

Kok jadi jauh banget ya bahas nikahnya hahaha kebiasaan anak muda terlalu bersemangat kalau membahas topik itu.

Kembali lagi ke masalah awal, sadarilah bahwa keluargamu adalah orang-orang terdekatmu, maka janganlah kamu tinggalkan mereka. Janganlah kamu lebih memilih orang lain, apalagi kalau statusnya belum jelas. Orang baru nongol kemarin sore, lebih kamu utamakan dari keluarga, emang kamu mbrojol dari dia?

Ketika kamu udah mulai ngerasa bosan sama keluarga, jauh sama keluarga.. Tumbuhin rasa kangen sama mereka. Ingat kembali masa-masa indah bersama mereka, yang kadang kamu harapkan masa-masa itu bisa kembali. Supaya kamu kangen, dan kembali kepada mereka.

Semoga keluarga kita selalu dalam perlindungan Allah, dihindarkan dari bahaya dan selalu dihiasi kebahagiaan.

Dengan ini, Saya Muh Arman Kurniawan, menyatakan bahwa saya sayang sama keluarga!:)

Salam buat keluarga temen-temen ya!:)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s